Kamis, 08 Desember 2011

Budidaya tanaman kopi


BUDIDAYA TANAMAN KOPI


I.         Pendahuluan
Tanaman kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menggembirakan karena mempunyai nilai ekonomis yang relative tinggi di pasaran dunia, di samping itu tanaman kopi ini adalah salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di Jawa Barat.
Tanaman kopi jenis arabika sat ini mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan kopi Robusta yang mana pada tahun 1990 harga kopi Arabika 1,85 U$D/Kg, sedangkan kopi Robusta 0,83 U$D/Kg.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga kopi Robusta di pasaran dunia antara lain :
  1. Kelangkaan pasok jenis kopi Arabika.
  2. Kopi robusta mengalami over supply.
  3. Penggunaan kopi Robusta semakin tinggi.
  4. Situasi pasaran dunia untuk jenis Robusta menurun sehingga ICO melakukan pemotongan kuota sebanyak 2 kali lipat dalam setahun.
Dari hal tersebut perlu adanya usaha pemilihan jenis kopi yang mempunyai nilai ekonomis dan rasa yang relatif baik serta yang tahan terhadap penyakit karat daun.  
Usaha untuk merebut peluang pasar kopi antara lain dengan Pengembangan tanaman kopi Arabika melalui kegiatan peremajaan, peluasan dan rehabilitasi tanaman kopi dari kopi Robusta menjadi kopi Arabika.

II.      Pengertian
1.              Peremajaan
Peremajaan adalah usaha menggantikan tanaman yang secara ekonomis tidak menguntungkan lagi karena produktivitasnya rendah sehingga perlu diganti dengan yang baru dan dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi.
2.             Perluasan
Kegiatan perluasan adalah menanam tanaman kopi di areal baru yang lingkungannya sesuai dengan persyaratan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi.
3.             Rehabilitasi
Rehabilitasi kebun adalah kegiatan untuk memulihkan kondisi kebun ke keadaan yang lebih baik, sehingga produktivitasnya meningkat. Rehabilitasi tanaman ditujukan pada populasi tanaman yang telah berkurang karena kesalahan kultur teknis, serangan hama dan penyakit serta kekeringan yang akan akan mengakibatkan produktivitas tanaman per hektar rendah atau tidak menguntungkan untuk diusahakan.
III.    Budidaya Tanaman Kopi Arabika
Pada dasarnya untuk usahatani dan budidaya kopi arabika melalui kegiatan Perluasan, Peremajaan dan Rehabilitasi adalah sama seperti pada kegiatan penanaman baru, yaitu :
1.  Syarat Tumbuh
·       Lokasi
ü  Letaknyas terisolir dari pertanaman kopi varietas lain ± 100 meter.
ü  Lahan bebas hama dan penyakit
ü  Mudah pengawasan

·       Tanah
ü  PH tanah              : 5,5 – 6,5
ü  Top Soil               : Minimal 2 %.
ü  Strukrur tanah    : Subur, gembur ke dalaman relative > 100 cm.
·       Iklim
ü  Tinggi tempat      : 800 – 2000 m dpl
ü  Suhu                    : 15º C - 25º C.
ü  Curah hujan         : 1.750 – 3000 mm/thn
                                              Bulan kering 3 bulan
2.  Bahan Tanaman
Untuk perbanyakan tanaman di lapangan diperlukan Bibit Siap Salur dengan kriteria sebagai berikut :
ü  Sumber benih                   : Harus berasal dari kebun induk atau
                                                 perusahaan yang telah ditunjuk.
ü  Umur bibit                        : 8 -12 bulan
ü  Tinggi                               : 20 -40 cm
ü  Jumlah minimal daun tua  : 5 – 7
ü  Jumlah cabang primer      : 1
ü  Diameter batang               : 5 – 6 cm
Kebutuhan bibit/ha
·       Jarak tanam                     : 1,25 m x 1,25 m
·       Populasi                            : 6.400 tanaman
Untuk sulaman                       :  25 %
3.  Penanaman
a.     Jarak Tanam
Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :
ü  Segi empat        : 2,5 x 2,5 m
ü  Pagar                 : 1,5 x 1,5 m
ü  Pagar ganda       : 1,5 x 1,5 x 3 cm
b.    Lobang Tanam
ü  Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam.
ü  Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x 1 m untuk tanah yang berat.
ü  Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang.
ü  Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan.
ü  2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20  kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang.
ü  Tanah urugan jangan dipadatkan.
  1. Penanaman
ü  Penanaman dilakukan pada musim hujan
ü  Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.
4.   Pemeliharaan
a.     Penyiangan
·       Membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi.
·       Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah
·       Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun
b.    Pohon Pelindung
·       Penanaman pohon pelindung
ü  Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis.
ü  Pohon pelindung ditanam 1 – 2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada.
ü  Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.

·       Pengaturan pohon pelindung
ü  Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi
ü  Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan.
ü  Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon pelindung bisa diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4.
c.     Pemangkasan Kopi
·       Pangkasan Bentuk
ü  Tinggi pangkasan 1,5 – 1,8 m
ü  Cabang primer teratas harus dipotong tinggi 1 ruas
ü  Pemangkasan dilakukan di akhir musim hujan
·       Pangkasan Produksi
ü  Pembuangan tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh ke atas.
ü  Pembuangan cabang cacing dan cabang balik yang tidak menghasilkan buah.
ü  Pembuanagn cabang-cabang yang terserang hama penyakit.
ü  Pemangkasan dilakukan 3 – 4 kali setahun dan dikerjakan pada awal musim hujan.
·       Pangkasan Rejupinasi (pemudaan)
ü  Ditujukan pada tanaman yang sudah tua dan produksinya sudah turun menurun
ü  Pada awal musim hujan, batang dipotong miring setinggio 40 – 50 cm dari leher akar. Bekas potongan dioles dengan aspal.
ü  Tanah disekeliling tanaman dicangkul dan dipupuk
ü  Dari beberapa tunas yang tumbuh pelihara 1 -2 tunas yang pertumbuhannya baik dan lurus ke atas.
ü  Setelah cukup besar, disambung dengan jenis yang baik dan produksinya tinggi.

5.   Pemupukan
a.     Dosis pemupukan kopi per pohon adalah :
·  Umur 1 tahun            :  50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL.
·  Umur 2 tahun           :  100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80  gr KCL.
·  Umur 3 tahun           :  150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.
·  Umur 4 tahun           :  200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.
·  Umur 5-10 tahun      :  300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL.
·  Umur 10 thn keatas  :  500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.
b.    Pupuk diberikan dua kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan masing-masing setengah dosis.
c.     Cara pemupukan dengan membuat parit melingkar pohon sedalam ± 10 cm, dengan jarak proyek tajuk pohon (± 1 m)

6.  Pengendalian Hama Penyakit.
a.     Hama
·       Hama Bubuk Buah
ü  Penyebab adalah sejenis kumbang kecil
ü  Menyerang buah muda dan tua
ü  Pengendalian dengan mekanis yaitu dengan mengumpulkan buah-buah yang terserang, secara kultur teknis dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara chemis dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide, Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.
·       Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)
ü   Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk kopi.
ü   Daun menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan mongering.
ü   Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah.
b.    Penyakit
Penyakit Karat Daun
ü   Penyebab adalah sejenis Cendawan.
ü   Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati.
ü   Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.
c.     Panen
·       Kopi Arabika mulai berbuah pada umur 4 tahun.
·       Petik buah yang betul masak dengan warna merah, tua agar menghasilkan kopi yang berkualitas.
·       Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak ada bagian pohon/cabang/ranting) yang rusak.

sejarah kopi



Kopi ! minuman ekstase berkafein tinggi ini menempati peringkat 2 dunia, satu tingkat di bawah air putih dalam hal konsumsi. Tak kurang dari 2 juta orang peminum setiap harinya, membuat kopi menjadi komoditas utama terbesar ketiga dibawah, minyak bumi dan gas.
Karena kepopulerannya, tak mengherankan jika ada puluhan, bahkan ratusan jenis varietas baru yang ditemukan secara sengaja ataupun tidak bermunculan. Mulai dari yang dikenal dengan kopi Arabica, Yamen Mocha, Java, Oxaca, dll. Semua jenis varietas unggulan ini, berlomba – lomba memasok kopi, memenuhi tingginya tingkat permintaan dari berbagai negara di dunia.
Brasil, dikenal sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia. Negara ini memasok 2/3 atau sekitar 67.77 % dalam hal pengekspor kopi. Berikutnya adalah negara Kenya. Negara yang terletak di kawasan timur Afrika ini mengandalkan kopi sebagai komoditas utamanya.
Sedangkan Indonesia sendiri menurut data statistik FAO menempati urutan ke 3 , sebagai pemasok kopi dunia. Kebetulan, ada 3 jenis varietas unggulan negeri ini yang sangat terkenal dan diminati oleh para kafeinisme dunia, julukan yang diberikan kepada orang – orang penggemar minuman kopi.
Ke 3 jenis kopi tersebut dikenal dengan kopi Sumatra ( Mandheling Lintong ), Sulawesi, dan Luwak.
Kopi Sumatra merupakan varietas unggulan dari Indonesia. Di tanam di dataran tinggi, membuatnya memiliki aroma yang tajam, kuat, dan sedikit asam. Kopi Sumatra jenis inilah yang merupakan bahan pokok dalam pembuatan Espresso atau pun Doppio ( double espresso ) yang memilki aroma black yang kuat, penghilang rasa kantuk.
Sedangkan bagi para penggemar Star Bucks. Kedai kopi kenamaan dunia, yang memiliki tak kurang 100 outlet yang tersebar di tiap negara, pasti tidaklah asing dengan rasa kopi Sulawesi. ..Yup !! Kopi Sulawesi, yang lebih dikenal di luar negeri dengan sebutan Kopi Kampung ini digunakan oleh Star Buck sebagai bahan baku meracik ragam minuman mereka. Mulai dari Latte macchiato, Viennese roast, Hazelnut chereme, dll.
Saking tingginya permintaan dari jepang, Star Buck bahkan rela merogoh kocek mereka demi mematenkan kopi Sulawesi ini.
Sedangkan yang terakhir adalah Kopi Luwak.
Sebagian dari kita mungkin masih merasa asing dengan nama kopi ini, sebagian mungkin hanya mengetahuinya sebagai label kopi yang dijual di supermarket. Sebenarnya, seperti apakah kopi ini ? Mungkin, Kopi Luwak merupakan jenis kopi paling aneh di Indonesia, atau bahkan di dunia.
Mengapa ?
Karena proses pemetikan biji kopi Luwak sangat berbeda jauh dengan kopi – kopi lain.
Kopi pada umumnya dipanen terlebih kemudian bijinya dipetik bila sudah matang. Sedangkan, proses pemetikan kopi Luwak, boleh dibilang agak sedikit menjijikan. Dimana bila biji kopi telah matang, para petani melepas Luwak ( sejenis musang atau civet ) untuk memakan biji – biji yang berjatuhan. Setelah itu mereka menunggu para Luwang tersebut membuang kotoran. Nah ! biji kopi yang keluar bersamaan dengan kotoran Luwak itulah yang diambil untuk diproses lebih lanjut.
Banyak kalangan yang menyangsikan cara fermentasi sepeti ini. Namun, para peneliti riset di Kanada membuktikan, bahwa kandungan protein yang ada di perut Luwak, membuat biji kopi berfermentasi dan matang lebih sempurna. Sehingga, rasa yang dihasilkan jauh lebih enak dan padat dibandingkan kopi – kopi yang lain.
Pernah ada seorang peneliti dari Inggris dating jauh – jauh menelusuri pelosok jawa hanya untuk membuktikan kebenaran mitos kopi Luwak. Namun, hingga satu bulan lamanya ia berkeliling Jawa, tak seorang pun yang dapat menunjukkan keberadaan kopi Luwak tersebut. Sehingga ia mengatakan bahwa mitos kopi Luwak tersebut hanyalah kebohongan belaka “ it’s a big Scam “.
Namun, seperti kata pepatah. Anjing menggonggong khafilah berlalu, Kopi Luwak sudah masuk ke dalam daftar kopi paling dinikmati dan paling dicari. Harganya di pasaran dunia melambung tinggi. 635 U.S dollar harus dikeluarkan untuk mendapatkan 1 kg kopi Luwak. Di Amerika sendiri, untuk mencicipi kopi Luwak, kita harus merogoh kocek sebesar 50 U.S dollar, bila di kurs ke rupiah, harganya berkisar kurang lebih 400 – 500 ribu rupiah. HANYA UNTUK SATU CANGKIR ! itu setara dengan harga 2 ribs Toni Romas, yang sepiringnya bernilai 200 ribu. Angka yang fantastis hanya untuk meneguk secangkir kopi.
Kopi fenomenal ini bahkan sempat menjadi topic hangat di Amerika, dan masuk dalam acara Oprah Winfrey Show. Acara Realiti show Amerika yang dipandu Oprah ini ditonton tak kurang dari 4 juta orang setiap harinya.
Rasanya, bila berbicara tentang kopi Luwak, orang sudah tak lagi bicara soal mitos. Mitos ataupun bukan, Kopi Luwak asal Indonesia ini sudah terlanjur go- internasional, dan menyandang gelar sebagai kopi termahal dan teraneh di dunia.

Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1838253-kopi-luwak-termahal-dan-teraneh/#ixzz1cHKi42g1